Thursday, April 30, 2009

Epigram


EpigramEpigram by Jamal
My rating: 2 of 5 stars

"Jamal Penulis yang berbahaya!"
~M. Fadjroel Rachman~

"Suatu Novel yang ambisius"
~Dr Mikhiro Moriyama. Professor of Indonesian Studies, Nanzan University, Nagoya~

Mahasiswa dan demonstrasi, sepertinya suatu keadaan yang otomatis. Kita tidak tahu apakah demonstrasi yang sering terjadi sekarang ini banyak diisi oleh mahasiswa-yang waras- tentunya.

Mengambil penokohan di dunia akademis, novel epigram menjadi lambang mahasiswa yang berjuang dengan jalur demonstrasi. Mereka sangat anti dengan kebijakan pemerintah yang hanya berpihak pada kelompok-kelompok tertentu. Bandung, adalah kota dimana Kristunov meniti studi di jurusan teknik geologi. Sekilas kita akan mengira Kristunov adalah nama Rusia. Pdahal nama itu berasal dari singkatan Krisis on Tuesday Seven November, peristiwa dimana ayahnya yang seorang militer berpangkat perwira menolak perintah atasannya, karena dinilai tidak sesuai dengan nurani ayahnya.

Seperti mahasiswa umumnya, komunitas adalah suatu hal yang wajar di dunia kampus. rasanya kehidupan kampus akan sangat membosankan jika tidak ada komunitas yang memberi warna di tengah kuliah profesor dan tugas-tugas. Big Camp, adalah nama komunitas Kris dan kawan-kawan. Bisa jadi itu adalah nama kos-kosan yang mereka beri gelar. Mungkin sama dengan Puri Lestari atau Pondok Karisma di Jurangmangu :). Tidak hanya sekedar tempat nongkrong, Big Camp menjadi tempat diskusi dan sarana untuk menghimpun kekuatan di kala mereka melakukan demo. Ada Nara, Alex, Adun, Bowie, Firman. Dua nama terakhir adalah teman mereka yang sangat tidak bisa ditebak perangainya jika berdemo, untuk itu Kris turun ke lapangan untuk mengantisipasi tindakan mereka ketika seorang Menteri berkunjung ke kampus mereka.

Naas, beberapa hari setelah demo atas kunjungan Menteri tersebut, Kris diculik oleh 4 orang yang berpakaian preman dan berambut cepak. Tiga minggu ia merasakan siksaan di penjara. Ia berharap ia dipenjara di penjara Sukamiskin, karena ia memang dari keluarga miskin. Untuk hidup saja susah, apalagi kuliah, mengapa ia harus merasakan peristiwa pahit itu?

Lewat bantuan teman-temannya, akhirnya Kris pergi ke Eropa. karena hubungan dekatnya dengan profesornya di kampusnya dulu, ia mendapat rekomendasi untuk mengambil kuliah master di bidang Geologi Eksplorasi di University di Bremen, Jerman. berkat kebaikan hati profesornya di Bremen, ia akhirnya mendapat pekerjaan di perusahaan minyak di Norwegia. Sebelumnya, ia melakukan perjalanan ke Spanyol, Madrid, dan Sevilla. Yah..ia menemukan cinta disana. Seperti seorang Spanish Lover, ia menemukan cinta dalam diri Maria, seorang gadis Spanyol, dan Sasti, mahasiswa jurusan seni rupa sekampusnya yang sedang mengikuti acara Expo di Sevilla.

Hidup adalah pilihan. Peristiwa masa lalu menyumbang kepahitan dan keindahan pada masa kini. Kris terombang ambing diantara dua pengalaman pahit sekaligus indah. Pahit, karena trauma disekap di penjara masih menyisakan ruang di pikiran bawah sadarnya. Indah, karena ia menemukan cinta dalam dua gadis yang berbeda.

Novel ini sangat lincah melompat-lompat dalam alur cerita. kadangkala Mang Jamal menceritakan Kris dengan sangat detil, namun tetap asyik diikuti. Bisa saya tebak, yang dimaksud UTT (kampus dimana tempat kuliah Kris di Bandung) adalah Institut Teknologi Bandung. Karena disitu ada jurusan Geologi dan Seni Rupa sekaligus, tidak ada kampus lain seperti itu di Bandung bukan?

dari Novel ini, sarat juga dengan beberapa pengetahuan yang tidak kalah penting. Saya sendiri setelah sekian lama tahu penamaan Sunda Besar adalah untuk Jawa, kalimantan, Sumatera, Sulawesi, sedangkan Sunda Kecil seperti untuk Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

Tidak diketahui apakah Kris ini juga adalah penggambaran fiksi atas seorang tokoh nyata seperti Minke dalam Bumi Manusia..:)


Friday, April 24, 2009

Bumi Manusia


Bumi Manusia (Tetralogi Buru, #1)Bumi Manusia by Pramoedya Ananta Toer

My rating: 4 of 5 stars

Paperback, 535 pages
Published 2005 by Lentera Dipantara (first published 1975)
ISBN 9799731232 (ISBN13: 9789799731234)



Novel yang sangat luar biasa. Pram sangat menguasai konteks kehidupan kolonial pada masa itu. Membaca karya ini, imajinasi kita akan penjajahan kolonial menjadi semakin gemas. Kolonialisme tidak hanya pada sesuatu yang bersifat fisik (tubuh dan besi), tetapi juga hak kewaiban dan idealisme.

Minke, yang digambarkan sebagai seorang Jawa yang terpelajar, siswa HBS, tidak mampu membela haknya di depan pengadilan Belanda. Mertuanya, Nyai Ontosoroh adalah seorang yang berkepribadian kuat. Ia tidak mau terikat pada streotip orang-orang tentang ke-nyai-annya. Di tangannya, putrinya Annelies Mellema menjadi wanita pengusaha yang tangguh.

Buku ini sangat bagus dibaca. Satu-satunya karya sastra Indonesia yang diterjemahkan ke dalam 30 bahasa di dunia.

View all my reviews

Nusantara: Sejarah Indonesia


Nusantara: Sejarah IndonesiaNusantara: Sejarah Indonesia by Bernard H.M. Vlekke Samsudin Berlian (Translator)

My rating: 4 of 5 stars

Paperback, 450 pages
Published 2008 by Kepustakaan Populer Gramedia (first published 1959)



Buku ini benar-benar membuka wawasan tentang sejarah Indonesia pada masa lalu. Ada tiga bagian besar buku ini. Bagian pertama, pra kolonial. Bagian ini menceritkan tentang kerajaan-kerajaan yang berjaya pada abad 11 s.d. 15 seperti Majapahit, Sriwijaya, serta konflik-konflik yang terjadi antarkerajaan masa itu. Bagian kedua, pada masa kolonial. Saat bangsa Portugis mendarat pertama kali di Banten, Nusantara menjadi tersebar namanya di kalangan pedagang eropa. Sampai saatnya Cournelis de Houtman mendarat di Banten pada 1596, itulah awal mula Bangsa Belanda menjejakkan kolonialisme di Nusantara. Bagian ketiga, hanya diulas dalam dua bab, yaitu masa pra kemerdekaan. Pergerakan tokoh-tokoh pmeuda seperti Sukarno, Sutomo, Ki Hajar Dewantara, yang menentang penjajahan.

Buku yang bagus, walau masih ditemukan beberapa kesalahan pengetikan, namun tidak mengurangi minta untuk menyelesaikannya hingga halaman terakhir.