Monday, February 20, 2012

Plato Ngafe Bareng Singa Laut: Berfilsafat dengan Anekdot


Judul: Plato Ngafe Bareng Singa Laut: Berfilsafat dengan Anekdot
Judul asli: Plato and Platypus Walk into a Bar
Penulis: Daniel M. Klein dan Thomas Cathcart
Penerjemah: P. Hardono Hadi
Editor: Eresto & Dwiko
Desain Sampul: Bimalizer
Desain Isi: Damar & Marini
Penerbit: Kanisius (2011)
Tebal: x + 211 hlm
ISBN139789792127126

Mendengar atau membaca istilah filsafat biasanya membuat orang berpikiran bahwa filsafat adalah sesuatu yang dihubungkan dengan berpikir rumit. Padahal, berfilsafat adalah proses berpikir menemukan makna. Mungkin juga kesan yang ditimbulkan oleh buku-buku filsafat yang jauh dari kesan menarik dan ditujukan pada orang serius juga.

Lalu dimana kedudukan filsafat dalam dalam sejarah manusia? Sejak ribuan tahun lalu, banyak di benak orang-orang telah banyak muncul pertanyaan-pertanyaan yang ingin mengetahui bagaimana alam semesta dan isinya tercipta. Ilmu pengetahuan terus berkembang untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan kuno tersebut dan pencarian tersebut terus berlangsung sampai sekarang.

Monday, February 13, 2012

Cerita Segelas Kopi


Judul: Cerita Segelas Kopi Lessons from Love, Life, and Loss
Penulis: Melanie Subono
Desain Sampul: Marsha Gratiana
Penerbit: Penerbit Qanita (PT Mizan Publika)
Tahun: 2011 (November)
ISBN: 9786029225334

Trimakasih kepada para pedagang Timur yang telah memperkenalkan kopi ke nusantara pada awal abad 17. Kopi ini juga yang menjadikan VOC tertarik untuk mengekspornya dari Batavia ke Eropa. Dan sampai sekarang, kopi tetap memesona dengan wangi dan rasanya. Ketika orang-orang membicarakan sesuatu topik obrolan dengan secangkir kopi, saya pernah bercakap-cakap dengan ibu saya ketika membuat kopi dari mulai biji ke menjadi bubuk kopi yang siap diseduh. Untuk komoditas yang sama dengan pengalaman berbeda.

Melanie menulis buku ini dari kumpulan tulisannya di blog pribadinya di sini Kegelisahannya tentang makna hidup yang berguna tergambar pada sebuah pertanyaan yang membuatnya ia terdiam: "Mba, kalau besok mati, mau diinget sebagai apa sama orang? Apa yang udah Mba lakuin slama ini?" hal itu mungkin selaras dengan apa yang dikatakan oleh Reshad Field: "Benar-benar mengetahui  dan menerima bahwa tubuh ini mati, dan hanya inilah satu-satunya waktu yang kita miliki, adalah senjata paling dahsyat yang mungkin kita punya." Bicara perihal kematian, itu sesuatu yang pasti. Karena itu, memaknai hidup yang terbatas, Melanie berbagi hidup melalui tulisan.

Monday, February 6, 2012

Pramoedya Ananta Toer Luruh Dalam Ideologi


Judul: Pramoedya Ananta Toer Luruh Dalam Ideologi
Judul Asli: From Culture to Politics: The Writing of Pramoedya A. Toer 1950-1965
Penulis: Savitri Scherer
Pengantar: Ajip Rosidi
Editor: Antariksa
Penerjemah: Dalih Sembiring, Astrid Reza, Abmi Handayani,
Desain Sampul: Hartanto 'Kebo" Utomo
Desain Isi: Sarifudin
Tebal: xviii + 190 hlm; 14 x 21 cm
Penerbit: Komunitas Bambu, Januari 2012
ISBN: 978-602-9402-02-5

Buku ini adalah disertasi Savitri di Australian National University (ANU) Tahun 1981. Tiga puluh tahun setelah tesis ini terbit, barulah tesis tersebut keluar dari ranah akademis menuju ke pembaca umum. Menarik sekali bila mengingat bahwa Pram pada saat tersebut masih diawasi oleh Pemerintah Orde Baru karena Pram menyebarkan paham Marxisme-Leninisme lewat tulisan-tulisannya. Saat itu, tidak ada yang berani mengkritisi pemerintah, terutama tidak ada yang mengkritisi apa yang salah dengan karya-karya Pram, tindakan pemberangusan buku-buku berbau kiri oleh Kejaksaan Agung seolah dibenarkan, tanpa pernah mengkritisi dulu apa isinya Namun, tulisan tak pernah mati. Ia menyuarakan peristiwa-peristiwa tersembunyi tanpa mengenal rasa takut.