Tuesday, July 31, 2012

Ulas Cerpen Klasik: Pasien di Tempat Tidur No.29 (Guy de Maupassant)



Kapten Epivent, Seorang perwira Prancis yang sangat bangga dengan bentuk tubuhnya yang bagus. Bentuk tubuhnya langsing seperti memakai korset, dengan dada maskulin, bidang dan kokoh. Pahanya mengagumkan seperti paha pesenam, penari. Otot-ototnya tergambar pada setiap gerakan di balik celana panjang merah yang dikenakannya (h.308). Hal tersebut membuat ia sombong dan menertawakan perwira yang bertubuh pendek dan gemuk, namun terlebih lagi, ia benci pada siswa ÉCOLE POLYTECHNIQUE yang digambarkan berkacamata, kaku, dan kikuk, yang mengenakan seragam sama konyolnya seperti kelinci yang mendengarkan khotbah (h.310). Ia menjadi pusat perhatian para perempuan dan bila ada pertemuan makan malam dengan kalangan perempuan, maka ia akan mengakhirinya di tempat tidur. Karena itu, beberapa orang di kota itu tidak mau membawa istri mereka yang cantik ke pertemuan-pertemuan yang dihadiri oleh Kapten Epivent.

The Pianist


Dilihat dari riwayat penulis, buku ini lebih tepat dikategorikan sebagai autobiografi, bukan fiksi sejarah. Namun, bagi kita yang hidup zaman sekarang setelah lebih 60 tahun berlalu sewaktu kisah dalam buku ini diceritakan. Berjudul The Pianist bukan berarti pembaca akan menemukan istilah-istilah musik ataupun alat musik piano. Tetapi bagaimana keras dan sedihnya kehidupan manusia karena kebencian manusia yang lain. Dan sepertinya hal tersebut terus-menerus terjadi dalam kehidupan manusia hingga saat ini maupun pada masa yang akan datang.

Kisah ini diceritakan penulis sendiri, yaitu Wladysta Szpilman, seorang rakyat Polandia yang memiliki profesi sebagai Pianis di kota Warsawa, Polandia. Ia adalah siswa Akademi Chopin. Chopin sendiri terkenal sebagai pianis yang memiliki aliran romantik.

Wednesday, July 25, 2012

Ulas Cerpen Klasik: Kalung (Guy de Maupassant)


Judul Cerita: Kalung
Judul Asli: La parure (1884)
Penulis: Guy de Maupassant
Tautan sumber (bahasa Inggris): http://www.classicshorts.com/stories/necklace.html
Sumber terjemahan: Kumpulan Cerita Pendek Guy de Maupassant
Penyunting: Ida Sundari Husen
Penerbit: Yayasan Obor Indonesia (2004)


If beauty is pain, will you?
Menjadi cantik dan menjadi pusat perhatian adalah hal yang alami bagi sebagian besar perempuan. Tak heran, industri kecantikan, mode, dan fashion menjadi besar karena kebutuhan keinginan kaum ini. Kisah ini menceritakan kehidupan Madame Mathilde Loisel, seorang istri pegawai negeri di sebuah kementerian. Kehidupan mereka tidaklah di dalam kemewahan dikarenakan suaminya, Charles adalah seorang pegawai yang taat dan rajin. Suatu kali Charles menerima undangan untuk menghadiri jamuan makan dari atasannya. Ia membawa undangan tersebut pada Loisel, namun Loisel bersedih hati karena ia tidak memiliki pakaian maupun perhiasan bagus. Loisel adalah seorang perempuan yang cantik, namun ia merasa menderita karena ia seharusnya tidak dilahirkan atau menikah dengan orang sederhana. Ia merasa keanggunan dan kecantikan tidak dapat terlihat bila ia tidak mengenakan gaun serta perhiasan yang bagus.

Thursday, July 5, 2012

Through a Glass, Darkly



Judul: Cecilia dan Malaikat Ariel
Judul Bahasa Inggris: Through a Glass, Darkly
Pengarang: Jostein Gaarder
Penerjemah: Andityas Prabantoro
Proofreader: Eti Rohaeti
Desain Sampul: Andreas Kusumahadi
Cetakan I: 2008
Penerbit PT Mizan Pustaka
ISBN: 9789794335390

Novel ini adalah novel ketujuh karya Jostein Gaarder yang diterbitkan tahun 1996 dalam bahasa inggris, bercerita tentang seorang gadis kecil berusia 12 tahun yang bernama Cecilia. Sama seperti novel Gaarder lainnya yang bermuatan filsafat, novel ini berisikan filosofi tentang kematian dan kehidupan. Cecilia mengalami sakit yang memungkinkan dia hanya bisa berbaring di tempat tidur. Cerita diawali pada masa Natal, dimana keluarga Cecilia mulai sibuk mempersiapkan Natal. Cecilia dihadiahi oleh dokternya sebuah diari Cina yang berbenang emas, tempat dimana Cecilia menuliskan kisah-kisah hidupnya. Cecilia sangat kesepian hingga suatu ketika ia kedatangan tamu malaikat Ariel di kamarnya. Cecilia akhirnya mempunyai teman bercerita dan bermain sampai Natal berakhir.

Tuesday, July 3, 2012

Seekor Anjing Mati di Bala Murghab


Judul: Seekor Anjing Mati di Bala Murghab (Kumpulan Cerpen)
Pengarang: Linda Christanty
Desain cover: Mulyono
Foto diambil Shutterstock.com
Setter: Rahayu Lestari
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama (Juni 2012)
Tebal: 132 halaman
ISBN: 9789792284959

Ada 10 cerpen dalam buku ini. Empat diantaranya adalah karya tahun 2012, empat cerpen lagi karya tahun 2011, dan tiga lagi adalah karya di bawah tahun 2011. Kesepuluh cerpen ini merupakan buah karya Linda Christanty setelah kumpulan cerpen yang terakhir diterbitkan tahun 2010 "Rahasia Selma". Kesepuluh cerpen tersebut adalah sebagai berikut:
1. Ketika Makan Kepiting (2005)
2. Zakaria (2011)
3. Karunia dari Laut (2004)
4. Sihir Musim Dingin (2009)
5. Jack dan Bidadari (2012)
6. Perpisahan (2011)
7. Kisah Cinta (2012)
8. Pertemuan Atlantik (2012)
9. Seekor Anjing Mati di Bala Murghab (2011)
10. Catatan tentang Luta; Manusia yang hidup Abadi (2012).