Tuesday, December 29, 2015

Secret Santa 2015 and Riddle


Setelah melalui liburan panjang, saya baru sempat posting buku dari Secret Santa saya. Buku ini sudah saya terima sejak pelaksanaan Festival Pembaca Indonesia 2015, dari seorang penghubung yang menginformasikan keberadaan suatu akun yang disangka palsu (banyak amat anak kalimatnya), yaitu Fatma a.k.a OPAT (@opathebat) dengan blog http://casualbookreader.wordpress.com/

Foto bersama dengan Opat di depan booth Littlewoman sebelahnya booth BBI

Sedikit cerita tentang sampainya buku ini ke tangan saya. Saya baru hadir di acara Festival Pembaca Indonesia 2015 di Synthesis Square, Jakarta Selatan pada hari kedua, yaitu di Hari Minggu, 6 Desember 2015. Saat itu ketika kami bersiap berkemas membereskan perlengkapan dekorasi booth Blogger Buku Indonesia (BBI), tiba-tiba Sang Kurir menyampaikan bingkisan kepada saya.

Saya menganggap itu suatu surprise dikarenakan sebelumnya, di tempat yang sama,  saya juga menerima bingkisan dari seorang sahabat yang sudah lama tak bersua. Karena keriaan bertemu dengan teman-teman dan memperoleh buku dari hasil swap, saya nyaris melupakan bingkisan Saya baru membukanya di hari Senin keesokan harinya, dan saya cukup terkejut dengan buku yang saya jadikan wishlist sebelumnya.



Buku-buku bertema tempo doeloe memang menjadi favorit saya, karena buku tersebut tetap relevan tanpa harus terrgeser oleh trend. Sangat disayangkan, buku-buku bertema seperti ini masih jauh secara jumlah maupun kualitasnya. Padahal, bila dikemas dengan baik dan dengan bobot yang tinggi, akan menjadi suatu wisata buku yang mengasyikkan.

Sekali lagi saya mengucapkan terima kasih kepada Santa saya yang sudah bersusah-susah mencari buku ini, saya tahu buku ini agak susah mencarinya karena penerbitnyapun tidak begitu terkenal di dunia perbukuan, namun nama Soedarso Katam sudah begitu tersohor sebagai Penulis tentang Kota Bandung tempo doeloe.

Suatu kelemahan saya adalah saya punya ide sama sekali dalam pemecahan suatu teka-teki. Dalam pekerjaan sehari-hari pun saya biasanya akan bertanya bila menemukan suatu kebingungan atau ketidaktahuan. Bagaimanapun saya akan berusaha di tengah clue yang sangat minim diberikan oleh Santa Saya, seperti gambar berikut.

Thank you, Santa!

Tuesday, December 22, 2015

Buku Apresiasi Puisi: Bilangnya Begini, Maksudnya Begitu | Sapardi Djoko Damono


Bilangnya Begini, Maksudnya Begitu
Buku Apresiasi Puisi
Sapardi Djoko Damono
PT Gramedia Pustaka Utama 2014
ISBN: 978-602-03-1122-7

Dari subjudul buku ini cukup jelas bahwa buku ini merupakan Buku Apresiasi Puisi. Sebelum membedah buku ini, saya ingin mengetahui pengertian istilah-istilah yang menjadi batasan pengertian menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia versi online,

1. pengertian apresiasi

apresiasi/ap•re•si•a•si/ /aprésiasi/ n 1 kesadaran terhadap nilai seni dan budaya; 2 penilaian (penghargaan) terhadap sesuatu; 3 kenaikan nilai barang karena harga pasarnya naik atau permintaan akan barang itu bertambah;
berapresiasi/ber•a•pre•si•a•si/ v mempunyai apresiasi; ada apresiasi;
mengapresiasi/meng•ap•re•si•a•si/ v melakukan pengamatan, penilaian, dan penghargaan (misalnya terhadap karya seni)

2. pengertian puisi

puisi/pu•i•si/ n 1 ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama, matra, rima, serta penyusunan larik dan bait; 2 gubahan dalam bahasa yang bentuknya dipilih dan ditata secara cermat sehingga mempertajam kesadaran orang akan pengalaman dan membangkitkan tanggapan khusus lewat penataan bunyi, irama, dan makna khusus; 3 sajak;
-- bebas puisi yang tidak terikat oleh rima dan matra, dan tidak terikat oleh jumlah larik dalam setiap bait, jumlah suku kata dalam setiap larik;
-- berpola puisi yang mencakupi jenis sajak yang susunan lariknya berupa bentuk geometris, seperti belah ketupat, jajaran genjang, bulat telur, tanda tanya, tanda seru, ataupun bentuk lain;
-- dramatik Sas puisi yang memiliki persyaratan dramatik yang menekankan tikaian emosional atau situasi yang tegang;
-- lama puisi yang belum dipengaruhi oleh puisi Barat, seperti pantun, gurindam, syair, mantra, dan bidal;
-- mbeling sajak ringan yang tujuannya membebaskan rasa tertekan, gelisah, dan tegang; sajak main-main;
berpuisi/ber•pu•i•si/ v membaca(kan) puisi;
memuisikan/me•mu•i•si•kan/ v membuat atau menggubah menjadi bentuk puisi: dia berusaha ~ gambar;
pemuisian/pe•mu•i•si•an/ n perihal mengubah (pengubahan) bentuk bahasa prosa menjadi puisi

Dari dua pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa apresiasi puisi merupakan bentuk kesadaran atau penghargaan terhadap nilai suatu ragam sastra yang dipilih secara cermat untuk mempertajam kesadaran akan pengalaman (tertentu).
Suatu apresiasi tidak muncul sendiri. Apresiasi diikuti dengan pemahaman atau pengetahuan atas obyek yang diapresiasi. Bagaimana memperoleh pemahaman atau pengetahuan tersebut disajikan dalam buku ini dalam bahasa yang sederhana dan tidak njelimet dengan teori-teori sastra. Dalam pembukanya, Sapardi menjelaskan bahwa ia berusaha menjelaskan alat atau muslihat yang biasa digunakan oleh penyair dalam puisinya. Apakah suatu alat tersebut adalah bagian dari teori atau merujuk pada teori sastra tertentu, bukan merupakan lingkup penjelasannya. Hal yang penting menurut Sapardi adalah pengenalan terhadap karya sastranya, bukan pada penyairnya, karena itulah yang mendasari penafsiran, penilaian, dan apresiasi itu sendiri.